Apa Motivasi Terbesarmu Saat Ini?

August 16, 2010 by: 30

“Aku akan mencetak gambar Suzuki Swift ini, dan menempelnya di dinding, persis dihadapanku ketika aku bangun setiap harinya”, ujar seorang teman. Kemudian dia begitu termotivasi dengan sang Swift Merah itu, sehingga dia begitu semangat dan tahan online berjam-jam mengurusi bisnis DropShippingnya.

dad_my_hero

Mobil, motor harley, motor sport, rumah, kamera digital, target nikah, sampai ingin membiayai orang tua naik haji, adalah motivasi yang populer terdengar diantara teman-teman bisnis online saya. Motivasi, sebuah hal yang mendasari kita melakukan sesuatu. Semakin kuat dorongan motivasi itu, semakin kuat kita ingin meraihnya, dan semakin kuat effort kita untuk mewujudkannya.

Saya juga mempunyai motivasi pribadi seperti mereka, entah itu City Car atau Mitsubishi Strada Triton, atau juga sebuah motorsport idaman saya. Tidak butuh waktu lama lagi bagi saya untuk mendapatkan sebuah Swift atau Sirion, bahkan jika sebuah motorsport kelas menengah, malam ini saya pergi sudah bisa membawanya pulang.

Namun sejak awal tahun ini motivasi terbesar saya telah berubah. Ketika mendapati sesosok tua, dengan wajah lemah namun membekas guratan-guratan perjuangan masa lalu, terbaring tak berdaya karena sakit stroke dan diabetes. Dialah Bapak saya, orang yang telah membesarkan saya dan ketiga saudara saya dengan penuh kasih dan tulus.

Saya bisa seperti sekarang ini, adalah karena semua pengorbanannya, semua kerja kerasnya, berdua dengan Ibu saya tanpa pamrih atas nama kasih sayang, membesarkan kami, dengan mempertaruhkan segalanya. Materi, pikiran, tenaga, kegelisahan, kegalauan, keresahan, kekhawatiran, dan kesedihan, mereka tebus untuk sebuah kebahagian anak-anaknya.

Bapak sudah lama sakit gula. Saya tidak terlalu memperhatikan sebelumnya, bahkan tak pernah tahu pasti jadual check-up beliau ke dokter, atau, apa saja obat-obatan yang beliau perlukan. Semuanya termasuk biaya masih mereka yang tanggung, dan tak pernah ingin merepotkan anak-anaknya.

Hingga awal tahun ini, saya menyadari. Inilah saatnya saya mengambil alih peran. Bapak, Ibu, mereka berdua sudah tua, sudah lemah, sudah waktunya mendapatkan perhatian dan kasih sayang kami. Ketika Bapak Stroke, merupakan tamparan bagi saya, untuk melupakan keegoisan, dan mencurahkan semua perhatian dan materi untuk mereka.

Saya belum kesampaian membeli sebuah City Car, atau bahkan Motor Sport yang tiap hari muncul di wallpaper laptop saya. Namun saya bersyukur dapat membantu biaya berobat beliau dan memberikan mereka ketenangan, karena anak-anaknya bisa diandalkan. Saya merelakan City Car saya berganti biaya obat, dokter dan terapi.

Alhamdulillah Bapak sudah pulih dari Stroke, namun harus tetap menjaga kesehatan. Namun jika seperti hari ini, dapat kabar beliau kambuh sesak nafas dan kejang-kejangnya, hati saya mendidih, ingin membawanya ke sebuah rumah sakit yang terbaik, termahal, di luar negeri sekalipun, demi kesehatannya.

Itulah motivasi terbesar saya, untuk tetap bekerja keras, mengais sedikit demi sedikit rupiah dan dolar, online hampir 20 jam setiap hari, siang jadi malam, dan malam jadi siang, disela kesulitan-kesulitan, untuk menebus kasih sayang mereka, kedua orang tua saya.

Kawan, apa motivasi terbesar anda saat ini? Silahkan berbagi.

Share this Story
Categories
Tags

Charlie menekuni bisnis Internet Marketing sejak 2005 dan memulai blog ini 4 tahun lalu. Awal 2010 resmi menjadi pengangguran dan terjun sebagai fulltime blogger. Tinggal di Jogjakarta, menjalankan BlogBizz Networks dan STÒÓDIO2.com.

Add a Comment on "Apa Motivasi Terbesarmu Saat Ini?"
Post comment as twitter logo facebook logo
Sort: Newest | Oldest

|idozzz|

Makasih mas bro

:)

bener mas brow. orangtua adalah yang paling utama. Rasanya percuma jika kita sukses, tapi orang yang telah merawat kita dan mendidik kita sjak kecil tdk ikut merasakannya.

Dua Jempol dah.. buat ente :)

|agus|

hatur nuhun kang

:)

|pocong|

maaf disini tidak ada autocorect

:p

salut mas atas perjuangan sampean, two thumbs

semoga mendapatkan berkah dan selalu di beri jalan Kang...

thank gan :grin:

Wahh,, ada yang berbicara masalah motivasi,, itu bahasan sehari-hari kita di seminar bandung,, motivation for spirits,,

|Seminar Bandung|
Terima kasih sudah mampir ke BlogBizz
:)

Motivasi ku terbesar saat ini adalah untuk beribadah,, memberikan yang terbaik bagi sang pencipta,, kabulkanlah Ya Allah

|kahar|

Sama-sama gan

:wink:

waduh..artikelnya inspiratif
thanks ya gan

|thomas dan Yohannes|

Terima kasih kawan
:smile:

Mg diberi ketabahan mas charli...

Dari dulu saya pun memiliki impian untuk membahagiakan orang tua di dunia ini (secara finansial) tapi masih belum tercapai,, mohon doanya juga y

|hendra, budi, kamandanu|

makasih supportnya kawan-kawan. amin. begitu juga untuk kita semua.

semua di butuhkan kesabaran dan perjuangan bro. ini semua ada hikmahnya dan di balik ujian hidup ini pasti ada suatu rahasia hidup yang hanya Allah yang tau.. Dan yakin Tuhan akan menganti lebih dari City car yang kamu mimpi2 khan. Semangat bro...

Terus semangat mas. Semoga Allah memudahkan langkah mas charlie. Semoga motivasi mas charlie dapat memberikan semangat bagi teman2 yang lain. Amiiin

keputusan yang bagus bro, terlambat selangkah saja kamu akan menyesal seumur hidup kamu.

Terima kasih apresiasinya kawan-kawan.

:smile:

Ayo terus bekerja keras mendatangkan devisa dan raih cita2.

:grin:

:cry:
waw... pengorbanan yg luar biasa bro.

Sungguh mulai cita2 dan perjuangan temanku yang satu ini...

bro, upahmu besar di Sorga.

hikss....ikut tersentuh...

sedih banget...persis sama kek papa saya...malah sampe jari2 dikaki ma di tangannya putus :)...pokeke tak bisa terkatakan dah :cry:

Saya ingin sekali membuat kedua orang tua dan keluarga saya bahagia.

Semoga bapak anda lekas diberikan kesembuhan. Amiiin...

Salam kenal.

Dan saya menangis karena menulis ini.

:cry:

Trackbacks

  1. [...] Hampir sebulan lebih saya lewati janji untuk memposting Seri Movie Site, yaitu Membuat Autoblog Movie dengan JSON API Request dan Monetisasi Blog Movie Review dengan CPA Affiliatebuzz. Kebetulan ada keperluan keluarga yaitu meninggalnya kakek di kampung dan bapak yang kembali sakit. [...]

  2. [...] satu pelajaran dari kehilangan karena ditinggalkan Bapak saya bulan lalu, saya jadi tersadar akan penting dan sangat berartinya Ibu saya yang masih ada saat [...]